Senin, September 20, 2021
BerandaAqidah IslamInilah 20 Sifat-Sifat Allah yang Wajib Diimani dan Diyakini

Inilah 20 Sifat-Sifat Allah yang Wajib Diimani dan Diyakini

Nazhom Keenam, Ketujuh, Kedelapan: Inilah 20 Sifat-Sifat Allah Yang Wajib Diimani dan Diyakini

فَاللهُ مَوْجُـوْدٌ قَـدِيْمٌ بَاقِـي * مُخَالـِفٌ لِلْـخَـلْقِ بِاْلإِطْلاَقِ

وَقَـائِمٌ غَـنِيْ وَوَاحِـدٌ وَحَيْ * قَـادِرْ مُـرِيْـدٌ عَـالِمٌ بِكُلِّ شَيْ

سَـمِـيْعٌ اْلبَصِـيْرُ وَالْمُتَكَلِّـمُ * لَهُ صِـفَاتٌ سَـبْعَـةٌ تَـنْـتَظِمُ

[6] Allah adalah Yang Wujud, Qodim, Baqi, Mukholif Lil Kholqi secara mutlak,
[7] yang memiliki Qiyam Bin Nafsi, Ghoni, Wahid, Hayyi, Qoodir, Muriid, Aalim …
[8] Saamik, Bashiir, Mutakallim. Allah memiliki sifat-sifat yang berjumlah 7 yang terurutkan

Syaikh Ahmad Marzuki menjelaskan bahwa ketika kamu ingin mengetahui 20 sifat yang wajib bagi Allah maka aku berkata kepadamu bahwa Allah adalah Dzat Yang Wujud dan seterusnya.

a. Sifat-sifat Wajib Bagi Allah

Wujud adalah sesuatu yang bersifat anggapan yang dikira-kirakan oleh orang di dalam hatinya. Misalnya; ketika ada pakaian yang ada dalam suatu wadah, kemudian pakaian itu dikeluarkan dari sana maka pakaian itu bersifatan dengan sifat jelas. Sifat jelas tersebut bukanlah sifat yang di luar dzat pakaian hanya saja akal mengira-ngirakan kalau sifat jelas tersebut berada di luar dzat pakaian. Paham ini adalah paham yang dinyatakan oleh para ulama dari keterangan Syaikh al-Asy’ari رضي الله عنه. Dalil sifat wujud Allah adalah Firman-Nya, “Tidak ada tuhan selain Aku,” (QS. Thoha: 14) dan juga dalil, “Andaikan Allah سبحانه وتعالى itu tidak wujud maka tidak ada satu pun makhluk yang wujud.

Qidam adalah tidak ada permulaan bagi wujud Allah Ta’ala. Dengan demikian Allah tidak menciptakan Dzat-Nya sendiri dan Dia tidak diciptakan oleh yang lain-Nya. Allah berfirman, “Dia tidak melahirkan dan tidak dilahirkan.” (QS. al-Ikhlas: 3).

Baqo adalah tidak ada akhir bagi wujud Allah Ta’ala. Allah berfirman, “Dan akan kekal Dzat Tuhanmu Yang Maha Agung dan Mulia.” (QS. Ar-Rahman: 27).

Mukholafatu al-Hawaadits adalah tidak adanya persamaan makhluk dengan Allah. Oleh karena itu Allah bukanlah Dzat yang memiliki daging, tulang, tinggi, pendek, dan sedang. Allah adalah Dzat yang tidak memiliki sedikitpun sifat-sifat makhluk. Segala sesuatu yang berbisik di hatimu yang berupa sifat-sifat makhluk tidak ada pada Dzat Allah. Dia tidak memiliki tempat tertentu, tidak masuk ke dalam dunia, dan juga tidak keluar dari sana. Allah berfirman, “Tidak ada satupun yang menyamai Allah.” (QS. al-Ikhlas: 3) dan Dia berfirman, “Tidak ada sesuatupun yang menyamai-Nya.”

Perkataan Syaikh Ahmad Marzuki بِاْلإِطْلاَقِ berarti bahwa sesungguhnya Allah berbeda dari makhluk dari seluruh segi. Oleh karena itu Allah tidak berbeda dari makhluk dalam satu sisi dan sama dengan mereka dalam sisi lain. Maha Suci Allah dari yang demikian itu.

al-Qiyam Bin Nafsi berarti tidak membutuhkan dzat lain yang dapat memperdirikan, seperti berdirinya jasad dengan perantara dzat-dzat lain, dan tidak membutuhkan pada yang mewujudkan. Oleh karenanya Allah itu ada tanpa membutuhkan yang lain sebagaimana adanya makhluk adalah membutuhkan Allah karena wujud-Nya adalah bersifat Dzat.

Perkataan Syaikh Ahmad Marzuki غَـنِيْ adalah menafsirkan perkataannya قَـائِمٌ. Maksudnya Allah berdiri sendiri itu adalah bahwa Dia tidak membutuhkan yang lain-Nya sedangkan yang lain-Nya membutuhkan-Nya. Oleh karena inilah Qiyamu-Hu Bin Nafsi sering diibaratkan dengan tidak membutuhkan yang lain sama sekali. Dia berfirman, “Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Maha Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya).” (QS. Thaha: 111).

Wahdaniah berarti tidak berbilang dalam Dzat, Sifat, dan Perbuatan. Dengan demikan Dzat Allah tidak tersusun dari bagian-bagian dan dzat makhluk tidak sama dengan Dzat-Nya karena makhluk adalah jisim atau benda yang tersusun sedangkan Dzat Allah tidak sama sekali mengandung tersusun. Sifat-sifat Allah tidak berbilang dari satu jenis, seperti dua sifat qudroh (kuasa), dua sifat irodah (berkehendak), tetapi Allah hanya memiliki satu sifat qudroh yang untuk mewujudkan dan meniadakan. Tidak ada satupun yang memiliki sifat seperti sifat-sifat Allah dan tidak ada satupun yang memiliki pengaruh bersama-Nya dalam berbuat tetapi Dia adalah yang mewujudkan seluruh perbuatan-perbuatan. Dengan demikian Allah-lah yang menciptakan ketaatan, kemaksiatan, manfaat, bahaya, kekayaan, dan kefakiran. Api tidak memiliki pengaruh dalam membakar. Pisau tidak memiliki pengaruh dalam memotong. Makanan tidak memiliki pengaruh dalam memberikan rasa kenyang. Akan tetapi Allah adalah yang menciptakan semua itu hanya saja Allah menjadikan, misal, makanan sebagai sebab bagi rasa kenyang sesuai dengan apa yang Allah kehendaki dan boleh saja kalau Allah tidak menjadikan kemampuan membakar pada api. Allah Ta’ala berfirman; “Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Satu. Tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments