Senin, September 20, 2021
BerandaIlmu HadisAwal Penciptaan Manusia dan Tentang Akhir Kehidupannya

Awal Penciptaan Manusia dan Tentang Akhir Kehidupannya

Hadis Arba’in 04: Penciptaan Manusia dan Akhir Kehidupannya

  • Redaksi Hadis

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ ﷺ وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَ – رواه البخاري ومسلم

Dari Abu Abdurrahman, Abdullah ibn Mas’ud r.a, ia berkata Rosulullah  yang jujur dan terpercaya bersabda kepada kami, “Sesungguhnya, penciptaan kalian dikumpulkan dalam rahim sang ibu selama empat puluh hari berupa sperma. Selanjutnya, menjadi segumpal darah selama itu juga selanjutnya menjadi segumpal daging selama itu juga. Selanjutnya, Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh dan menulis 4 perkara, yaitu rezeki, ajal, amal perbuatan, dan menjadi orang bahagia atau menjadi orang sengsara. Karena itu, demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia, sungguh ada salah seorang diantara kalian mengerjakan amalan ahli surga hingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga, kecuali tersisa satu hasta kemudian ia didahului oleh takdir Allah, lalu ia mengerjakan amalan ahli neraka maka iapun masuk neraka. Dan sungguh, ada diantara kalian mengerjakan amalan ahli neraka hingga tiada jarak antara dirinya dan neraka, kecuali tersisa satu hasta lalu dia didahului takdir Allah, lalu ia mengerjakan amalan ahli surga maka iapun masuk surga. (HR. Bukhori dan Muslim)

  • Takhrij Hadis

Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhori dalam awal penciptaan (manusia) (bab penyebutan malaikat) nomor 3036, juga pada bab qodar dan para nabi.

Muslim dalam awal kitab al-Qodar (bab amalan itu tergantung akhirannya) nomor 2138.

Ibnu Majah dalam Mukoddimah (bab qodar) nomor 76.

  • Kedudukan Hadis

Hadis ini sangat penting karena mencakup keadaan manusia sejak awal penciptaannya, kedatangannya ke dunia, hingga akhirnya masuk surga (tempat kebahagiaan) atau masuk neraka (tempat kesengsaraan) sesuai dengan amal perbuatannya ketika di dunia, dan sesuai dengan ilmu, takdir, dan qodho Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى.

  • Kosa Kata Hadis

الصَّادِقُ:Artinya jujur dalam perkataan. Karena beliau adalah orang yang benar, dan sabda beliau pun sesuai dengan kenyataan.
الْمَصْدُوْقُ:Terpercaya dalam hal yang diwahyukan kepadanya. Karena makaikat Jibril a.s, mendatangi beliau dengan membawa wahyu yang benar.
يُجْمَعُ:Dikumpulkan atau dihimpun. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa artinya diputuskan .
خَلْقُهُ:Maksudnya adalah bahan penciptaannya, yaitu air.
فِى بَطْنِ اُمِّهِ:Dalam rahim ibunya.
نُطْفَةً:Asal arti dari kata nuthfah adalah air yang murni. Namun, maksudnya adalah sperma.
عَلَقَةً:Segumpal darah yang masih basah. Disebut demikian karena hal itu bergantung pada Sang Penciptanya.
مُضْغَةً:Segumpal daging.
فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ:Takdir. Kitab yang terdahulu dalam ilmu Allah SWT atau lauh mahfudz.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments