Minggu, Agustus 1, 2021
BerandaIlmu HadisBaik dan Halal adalah Syarat Diterimanya Doa

Baik dan Halal adalah Syarat Diterimanya Doa

Hadis Arba’in 10: Baik dan Halal Adalah Syarat Diterimanya Doa

  • Redaksi Hadis

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ:قَالَ رَسُوْلُ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لَايَقْبَلُ إِلَّاطَيِّبًا،وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ تَعَالَى:,يَا أَيُّهَاالرُّسُلُ كُلُلوامِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُواصَالِحًا- وَقَالَ تَعَالَى:,يَا أَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُواكُلُوامِنْ طَيِّبَاتِ مَارَزَقْنَاكُمْ- ثُمَّ ذَ كَرَالرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَأَشْعَثَ أَغْبَرَيَمُدُّيَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِيَارَبِّ يَارَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّ يَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ. – رواه ومسلم

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, “Rasulullah bersabda: ‘Sesungguhnya, Allah Mahabaik dan tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya, Allah telah memerintah orang-orang yang beriman seperti apa yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Dia berfirman:’Wahai para Rasul, makanlah segala yang baik dan beramal salehlah.’ (QS. al-Mukminun:51) Dan Dia juga berfirman:’Wahai orang-orang beriman, makanlah apa-apa yang baik yang telah Kami anugerahkan untuk kalian.’ (QS. al-Baqarah:172) Kemudian Rasulullah menyebutkan seseorang yang menempuh perjalanan jauh, rambutnya tidak rapi, dan wajahnya penuh dengan debu. Orang itu mengulurkan kedua tangannya ke langit sembari berkata: ‘Ya Rabb, Ya Rabb.’ Sementara itu, makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi makanan yang haram. Jadi, bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan’?” (HR. Muslim)

  • Takhrij Hadis

Hadis ini diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Zakat (bab diterimanya zakat dari hasil pekerjaan yang halal dan keharusan untuk memeliharanya) nomor 1015.

Tirmidzi dalam kitab Tafsir (bab tafsir surah al-Baqarah) nomor 2992.

  • Kedudukan Hadis

Hadis ini merupakan dasar kaidah dari berbagai hukum islam. Juga merupakan dasar perintah memakan yang halal dan menjauhi yang haram. Betapa besar manfaat hadis ini dalam mewujudkan manusia beriman yang makanannya halal, penuh kasih sayang, tanpa iri, dendam, dengki, mencuri, dan saling menipu, hingga terciptalah masyarakat yang damai dan bahagia.

  • Kosakata Hadis
إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ : Maksudnya adalah Allah Mahabaik, dan jauh dari segala kekurangan. ath-Thayyib termasuk salah satu nama al-Asma al-Husna.
لاَيَقْبَلُ إِلاَّطَيِّبًا : Artinya, Dia (Allah) tidak menerima amal dan harta kecuali yang baik dan halal
أَمَرَالمُؤْمِنِيْنَ بِمَاأَمَرَبِهِ المُرْسَلِيْنَ : Artinya Allah memerintahkan semua mukmin dan para Rasul untuk memakan yang halal.
أَشْعَثَ : Rambutnya kusut
أَغْبَرَ : Warna rambutnya berubah karena debu lantaran lamanya bepergian untuk menunaikan ibadah haji atau jihad
يَمُدُّيَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ : Menengadahkan kedua tangannya ke langit untuk berdoa dan memohon kepada Allah
فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ : Bagaimana doanya bisa dikabulkan oleh Allah jika keadaannya seperti (yakni makanannya haram, minumannya haram, dan pakaiannya haram,penj).
  • Fiqhul Hadis
  1. Yang Baik yang Diterima

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah Mahabaik dan tidak menerima, kecuali yang baik” mencakup segala perbuatan, harta, ucapan, dan keyakinan.

Allah tidak menerima suatu amal, kecuali yang baik lagi bersih dari riya, ujub dan lain sebagainya. Dia juga tidak menerima harta, kecuali yang baik dan halal.

Rasulullah dengan tegas menyarankan untuk memberi sedekah dari harta yang halal dan baik. Beliau bersabda, “Dan Allah tidak menerima kecuali yang baik.”

Maksudnya Allah tidak menerima sedekah, kecuali dari harta yang baik lagi halal. Dan perkataan tidak akan diterima Allah , kecuali yang baik. Allah berfirman,

…إِلَيْهِ يَصْعَدُالْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ…

“Kepada-Nyalah naik (diterima) perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya.” (QS. Fathir: 10)

Allah telah membagi perkataan menjadi yang baik dan yang buruk dalam firman-Nya, “Tidakkah kamu melihat bagaimana Allah membuat perumpamaan perkataan yang baik seperti pohon yang baik.” (QS. Ibrahim: 24) serta “Dan perumpamaan perkataan yang buruk seperti pohon yang buruk.” (QS. Ibrahim: 26)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments