Senin, September 20, 2021
BerandaIlmu HadisBaik dan Halal adalah Syarat Diterimanya Doa

Baik dan Halal adalah Syarat Diterimanya Doa

  1. Membersihkan Harta Haram

Seorang Muslim yang menemukan harta haram dan tidak tahu siapa pemiliknya maka ia wajib membersihkan dengan menyedekahkan, dan pahala diperuntukkan bagi pemilik harta.

Diriwayatkan dari Malik Ibnu Dinar, ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Atha Ibnu Abi Rabah tentang orang yang menemukan harta haram, tetapi pemiliknya tidak diketahui, dan ia ingin terbebas dari harta tersebut.” Atha pun menjawab, “Sedekahkanlah! Namun, aku tidak mengatakan bahwa hal itu sudah cukup.”

Imam Syafi’i berpendapat bahwa harta haram tersebut harus dimusnahkan. Pasalnya, tidak boleh bersedekah dengan harta haram.

Fudhail Ibnu Iyadh berpendapat bahwa harta haram tersebut harus dimusnahkan. Pasalnya, tidak boleh bersedakah dengan harta haram.

Ibnu Rajab al-Hambali berkata, “Pendapat yang sahih adalah menyedekahkan harta tersebut karena memusnahkan harta adalah perbuatan yang dilarang.” Sementara itu, menyimpannya sampai diketahui pemiliknya juga beresiko hilang ataupun dicuri. Jadi, lebih baik disedekahkan, dan pahalanya diperuntukkan pemilik harta tersebut.

  1. Sebab-Sebab Dikabulkannya Doa

Bepergian jauh (safar)

Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmidzi dari Abu Hurairah R.A. bahwa Rasulullah bersabda, “Ada tiga jenis doa yang pasti dikabulkan, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang sedang dalam perjalanan (safar), dan doa orang tua untuk anaknya.”

Bepergian jauh bisa menjadi penyebab dikabulkannya doa karena beban dalam bepergian jauh itu berat. Beban berat itulah yang menjadi penyebab dikabulkannya doa.

Baju lusuh dan keadaan yang memprihatinkan

Rasulullah bersabda, “Betapa banyak orang yang rambutnya tidak rapi, wajahnya penuh dengan debu, dan penampilannya lusuh, tetapi apabila ia berdoa, Allah akan mengabulkannya.”

Rasulullah pernah keluar untuk melakukan shalat istisqa dengan mengenakan pakaian lusuh dan keadaan yang memprihatinkan.

Menengadahkan kedua tangan ke langit

Ini merupakan salah satu adab berdoa. Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi meriwayatkan dari Salman al-Farisi dari Rasulullah bahwa beliau bersabda, “Susungguhnya, Allah Maha Pemalu dan Pemurah. Dia malu jika hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya untuk berdoa lalu ditolaknya dan kembali tanpa hasil apa pun.”

Rasulullah  mengangkat kedua tangannya ketika berdoa pada shalat istisqa hingga warna putih ketiaknya terlihat. Beliau juga mengangkat kedua tangannya ketika Perang Badar memohon kemenangan kepada Allah terhadap kaum musyrikin hingga sorbannya terjatuh.

Memohon kepada Allah dengan penuh harap

Yaitu dengan selalu mengulang-ulang menyebutkan nama Allah Ini adalah penyebab terbesar dikabulkannya doa. al-Bazzar meriwayatkan dari aisyah bahwa Rasulullah bersabda, “Apabila seorang hamba mengatakan ‘Ya Rabb’ sebanyak empat kali, maka Allah akan menjawab, “Iya wahai hamba-Ku. Mintalah, niscaya akan Aku beri.”

  1. Penghalang Terkabulnya Doa

Dalam hadis di atas dijelaskan bahwa yang menyebabkan tidak terkabulnya doa adalah menggunakan barang yang haram, baik makanan, minuman, dan pakaian.

Intisari Hadis

  • Doa merupakan pokok ibadah karena seseorang berdoa kepada Allah ketika mempunyai pengharapan kepada siapa pun selain-Nya. Inilah hakikat tauhid dan keikhlasan, dimana tidak ada ibadah yang lebih tinggi dari pada itu.
  • Hadis ini memberi motivasi kepada kita untuk senantiasa bersedekah dengan harta yang halal, tidak dengan harta yang haram.
  • Siapa ingin berdoa, hendaknya memperhatikan kehalalan makanan maupun pakaiannya agar doanya terkabul.
  • Allah akan menerima dan memberkahi sedekah dari harta yang halal dan baik.

Sumber: Dr. Musthafa Dieb al-Bugho & Dr. Muhyiddin Mistu. al-Wafi: Syarah Hadis Arbai’n Imam An-Nawawi. Terjemahan Rohidin Wahid. 2018. Jakarta: Qisthi Press.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments