Minggu, September 19, 2021
BerandaAkhlak & TasawufMenambah Ilmu di Setiap Waktu dan Kesempatan

Menambah Ilmu di Setiap Waktu dan Kesempatan

162 Tentang wadah tinta yang di sini diidentikan dengan pena dan anjuran untuk selalu dibawa, hal ini juga diulas dalam Adabul Imla’ wal Istimla’ karangan as-Sam’ani, cetakan Leiden tahun 1952, halaman 152-153. Adapun mengenai perintah mencatat ilmu, dapat ditemukan pada sabda Nabi:

العلم صيد والكتابة قيد قيدوا علومكم بالكتابة

“Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah pengikat, maka ikatlah ilmu dengan tulisan.” – Riwayat Tirmidzi dari Anas bin Malik (Hajji Khalifah, Kasyfud Dhunun I/34; at-Tirmidzi, Nawadirul Ushul, I/169)

163 Namanya adalah Muhammad bin Umar bin Abdul Aziz, tokoh ulama besar ahli fiqih dari Bochara, wafat tahun 566H/1170M. Biografinya telah dikemukakan di atas.

164 Isham bin Yusuf al-Balakhi, termasuk salah satu ulama ahli hadis yang tsiqah (terpercaya), hidup satu generasi dengan sahabat Abu Hanifah. Wafat di Balakh (Aleppo) tahun 210H/215H atau 825M/830M.

165 Seorang ulama ahli ra’yi, terkenal dengan zuhudnya, tutur katanya lembut tapi berbobot dan sangat didengar nasehatnya. Wafat di Naisabur (Nisapur) tahun 258H/872M.

166 Maksudnya adalah guru dari Syaikh az-Zanurji pengarang kitab ini, yaitu Syaikh Ali bin Abu Bakar Sahibul Hidayah. Biografinya telah dikemukakan diatas, footnote 21.

167 Kitab karangan beliau, semacam catatan harian yang memuat nama-nama para guru kepada siapa beliau meriwayatkan ilmu, jalur sanad mereka dan isi/matan yang diriwayatkannya.

168 Petunjuk seperti ini telah dikemukakan di atas, yaitu pasal 4 Penghormatan Terhadap Ilmu dan Ulama, pada paragraf D Menghormati Teman. Silahkan melihat kembali keterangan footnote di sana.

169 Maksud kata kehinaan yang pertama, dimaknakan kehinaan yang sesungguhnya. Sedang kata kehinaan yang kedua di sini adalah bukan kehinaan menurut agama, tapi berupa sikap rendah diri atau merendah di hadapan guru, ulama, dan teman belajar.

Sumber: Syaikh Burhanuddin Az-Zarnuji. Ta’limul Muta’alim. Terjemahan Drs. H. Aliy As’ad, MM. Cetakan ke-27. 2007. Surabaya: Menara Kudus.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments