Minggu, Agustus 1, 2021
BerandaAqidah IslamApa yang Dimaksud Ishmah bagi Para Rosul?

Apa yang Dimaksud Ishmah bagi Para Rosul?

Nazhom Ketigabelas: Apa yang Dimaksud Ishmah Bagi Para Rosul

عِصْـمَـتُهُمْ كَسَائِرِ الْمَلاَئِكَهْ * وَاجِـبَـةٌ وَفَاضَلُوا الْمَـلاَئِكَهْ

[13] Ishmah pada para nabi dan rasul, seperti ishmah pada para malaikat, adalah hal yang wajib. Para nabi dan rasul mengungguli para malaikat.

a. Ishmah Bagi Para Rasul

Maksud nadzom di atas adalah bahwa diwajibkan bagi setiap mukallaf untuk meyakini bahwa ishmah (penjagaan) wajib ada bagi seluruh nabi dan rasul sebagaimana ishmah itu wajib ada bagi seluruh malaikat ‘alaihim as-sholatu waas-salaamu.

Ishmah menurut bahasa berarti penjagaan. Sedangkan menurut istilah, ishmah berarti penjagaan Allah kepada para nabi dan rosul dari dosa serta kemustahilan terjadinya dosa dari mereka.

b. Tingkatan Keunggulan Makhluk

Perkataan Syaikh Ahmad Marzuki وَفَاضَلُوا الْمَـلاَئِكَهْ berarti bahwa sesungguhnya para nabi dan rasul adalah lebih utama atau unggul daripada para malaikat. Yang paling unggul dari kalangan para nabi dan rasul adalah Nabi Kita, Muhammad . Kemudian setelah beliau adalah Nabi Ibrahim, kemudian Nabi Musa, kemudian Nabi Isa, kemudian Nabi Nuh. Mereka semua adalah para nabi yang mendapat julukan Ulul Azmi yang berarti bahwa mereka adalah para nabi yang menanggung kesabaran besar dan beban yang berat.

Diwajibkan bagi mukallaf mengetahui urutan tingkatan keunggulan mereka, seperti yang telah disebutkan. Nabi Adam bukanlah termasuk para nabi yang berjuluk Ulul Azmi karena Firman Allah, “Dan Kami tidak mendapati kesabaran dari diri Adam.” (QS. Thoha: 115).

Urutan keunggulan berikutnya setelah Ulul Azmi adalah para rasul lain, kemudian para nabi yang tidak diangkat sebagai rasul. Mereka memiliki tingkat keunggulan yang berbeda-beda di sisi Allah.

Setelah mereka adalah malaikat-malaikat pemimpin, seperti Malaikat Jibril, Para Malaikat Hamalatul Arsy (penggotong Arsy). Saat ini, para malaikat Hamalatul ‘Arsy ada 4 (empat) malaikat. Kemudian ketika Hari Kiamat telah datang maka Allah akan menguatkan mereka berempat dengan 4 (empat) malaikat lain.

Allah berfirman, “Pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas kepala mereka.” (QS. Al-Haqqoh: 17). Dan seperti para malaikat Karubiyun. Mereka adalah para malaikat yang mengelilingi ‘Arsy dan memutar-mutarinya. Mereka disebut dengan Karubiyun karena mereka adalah para malaikat yang terus menerus berdoa agar karbu (kesusahan) umat dihilangkan. Ada yang mengatakan bahwa alasan mengapa mereka disebut Karubiyun adalah tidak seperti alasan yang telah disebutkan.

Setelah mereka adalah para wali dari kalangan manusia selain para nabi, seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan para sahabat lain karena sabda Rasulullah, “Sesungguhnya Allah telah memilih para sahabatku lebih unggul daripada sekalian alam ini kecuali para nabi dan para rasul.”

Setelah para wali dari kalangan manusia adalah para malaikat umumnya, kemudian para manusia umumnya.

Demikian ini adalah urutan yang dikatakan oleh sebagian para ulama. Akan tetapi Syaikh Tajuddin as-Subki berkata, “Mengunggulkan manusia dibanding malaikat adalah termasuk hal yang tidak wajib diyakini dan tidak bahaya jika tidak diketahui. Jawaban yang selamat adalah diam tidak membahas masalah ini. Masuk dalam bahasan mengunggulkan antara dua golongan, yaitu manusia dan malaikat, tanpa adanya dalil yang pasti termasuk dalam bahaya yang besar dan masuk dalam memberikan hukum tentang permasalahan yang kita bukanlah ahli dalam menghukuminya.”

Sumber: Syaikh Nawawi al-Bantani. Nuruzh Zholam Syarah Aqidatul Awam. Terjemahan Muhammad Ihsan bin Nuruddin Zuhri. 2017.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments