Senin, September 20, 2021
BerandaIlmu HadisSesungguhnya Setiap Amal itu Bergantung pada Niatnya

Sesungguhnya Setiap Amal itu Bergantung pada Niatnya

Hadis Arba’in 01: Amal Itu Bergantung pada Niatnya

  • Redaksi Hadis

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ  يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ – رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة

Dari Amirul Mu’minin Abu Hafs, Umar bin Al Khoththob r.a, ia berkata bahwa dirinya pernah mendengar Rosulullah  bersabda, “Sesungguhnya amal itu bergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya seseorang hanya akan mendapatkan sesuat sesuai dengan yang diniatkannya itu. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rosul-Nya maka ia akan mendapatkan Allah dan Rosul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin didapatkanya atau wanita yang ingin dinikahinya maka ia akan mendapatkan sesuai dengan yang ditujunya itu.

  • Takhrij Hadis

Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhori di awal kitab shohihnya dalam al-Iman (bab keterangan tentang amal itu bergantung pada niat yang baik dan bagi seseorang akan mendapatkan sesuai dengan yang diniatkannya) dan di lima tempat lainnya dalam shohih-Nya.

Imam Muslim dalam al-Imaroh (bab sabda Rosulullah : “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya”) nomor 1907.

Hadis ini juga diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab Tholak (bab maksud tholak dan niat) nomor 2201.

Tirmizdi dalam kitab Fhadhoil al-Jihad (keutamaan jihad) (bab keterangan tentang orang yang berperang karena riya dan dunia) nomor 1646.

Ibnu Majah dalam kitab Zuhud (bab niat) nomor 4227, an-Nasa’i dalam kitab Thoharoh (bersuci) (bab niat dalam wudhu) nomor 1 halaman 59-60.

Dalam musnad pada nomor 1 halaman 25 dan 43, ad-Daruquthni, Ibnu Hibban, dan Baihaqi.

  • Kedudukan Hadis

Hadis ini termasuk salah satu hadis penting dan pokok agama yang sebagian besar hukum-hukum syar’i bermuara padanya, hal ini dijelaskan oleh para ulama.

Abu Dawud berkata, “Hadis – sesungguhnya, amal itu bergantung pada niatnya – merupakan separuh dari Islam karena Islam adakalanya bersifat lahir, yaitu amal dan adakalanya bersifat batin, yaitu niat.”

Imam Syafi’i dan Imam Ahmad berkata, “Hadis – sesungguhnya, amal itu bergantung niatnya – mengandung sepertiga ilmu. Hal itu dikarenakan usaha seorang hamba itu bisa dengan niatnya, lisannya, dan anggota badannya.”

Niat di dalam hati adalah salah satu dari ketiga macam usaha tersebut. Oleh karena itu, para ulama menyunnahkan mengawali judul kitab dan karangan-karangan mereka dengan bab niat.

Imam Bukhori, misalnya, menjadikan bab niat pada awal shohihnya. Begitu juga an-Nawawi yang menjadikan bab niat sebagai bab pertama pada ketiga bukunya: Riyadh ash-Sholihin, al-Adzkar, dan al-Arba’in an-Nawawiyah.

Manfaat hal ini adalah sebagai pengingat bagi para pencari ilmu agar meluruskan niatnya hanya mengharap ridho Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى ketika menuntut ilmu dan melakukan kebajikan.

Adapun bukti yang menunjukkan pentingnya bab niat ini adalah Rosulullah  menyebutkan hadis ini di dalam khutbahnya sebagaimana dalam riwayat Bukhori. Umar juga melakukan hal yang sama.

Abu Ubaid berkata, “Tidak ada dalam hadis-hadis suatu faedah yang lebih komprehensif, lengkap, dan banyak daripada hadis niat ini.”

  • Kosa Kata Hadis

حَفْصٍ:Singa. Abu Hafsh adalah nama kuniah untuk Umar ibn Khoththob R. A.
اِنَّمَا:Huruf hashr (yang berfungsi membatasi makna) dimana dia menetapkan yang disebutkan setelahnya dan menafikan yang selainnya.
بِاالنِّيَّاتِ:Bentuk plural dari kata niat yang artinya secara bahasa adalah menyengaja. Adapun secara istilah adalah menyengaja melakukan sesuatu bersamaan dengan pekerjaannya.
امْرِءٍ:Manusia, baik lelaki maupun perempuan.
هِجْرَتُهُ:Hijrah secara bahasa adalah meninggalkan. Adapun secara istilah adalah meninggalkan daerah kafir menuju daerah Islam karena khawatir fitnah. Maksud hijrah dalam hadis ini adalah perpindahan dari kota Mekah dan lainnya menuju kota Madinah sebelum peristiwa penaklukan kota Mekah (Fathu Mekah.
اِلَى اللَّهِ:Mengharap ridho-Nya, baik niat maupun tujuannya.
فَهِجْرَتٌهُ اِلَى اللَّهِ وَرَسُوْلِهِ:Maka hijrahnya menuju Allah dan Rosul-Nya juga, diterima dan diberi balasan.
لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا:Karena tujuan duniawi yang ingin di dapatkannya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments