Minggu, September 19, 2021
BerandaFiqih SyariatHal-Hal yang Dilarang Ketika dalam Keadaan Hadas

Hal-Hal yang Dilarang Ketika dalam Keadaan Hadas

3. Hal-hal yang dilarang karena hadas, haid, dan nifas

1. Mengerjakan sholat, baik sholat fardhu ataupun sholat sunat.

Sabda Rasulullah :

اِذَااَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِى الصَّلَاةَ – رواه البخارى

“Apabila datang haid, hendaklah engkau tinggalkan sholat.” (Riwayat Bukhori)

2. Mengerjakan Thowaf, baik thowaf fardhu ataupun thowaf sunat.

3. Menyentuh atau membawa al-Qur’an.

4. Diam di dalam masjid. Adapun melewatinya boleh apabila ia tidak takut akan mengotori masjid. Tetapi kalau ia khawatir kotorannya akan jatuh di masjid, maka lewat ke dalam masjid ketika itu haram. Keterangannya ialah beberapa hadis yang tersebut di atas.

5. Puasa, baik puasa fardhu ataupun puasa sunat. Perempuan yang meninggalkan puasa karena haid atau nifas wajib meng-qodho puasa yang ditinggalkannya itu. Adapun sholat yang ditinggalkannya sewaktu haid atau nifas, tidak wajib di-qhodo-nya.

Sabda Rasulullah :

قَالَ النَّبِيُّ ﷺ لِلنِّسَاءِ اَلَيْسَ اِذَاحَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ؟ قُلْنَ بَلَى: قَالَ فَذَلِكُنَّ مِنْ نُقْصَانِ دِيْنِهَا – رواه البخارى

“Nabi berkata kepada beberapa perempuan, ‘Bukankah perempuan haid itu tidak sholat dan tidak puasa?’ Jawab perempuan-perempuan yang hadir itu, ‘Ya, benar.’ Kata Rosulullah, ‘Itulah kekurangan agama bagi perempuan.’ “(Riwayat Bukhori).

Menurut hadis:

عَنْ مُعَاذَةَ قَالَتْ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ فَقُلْتُ مَابَالُ الْحَائِضِ تَقْضِ الصَّوْمَ وَلاَتَقْضِ الصَّلاَةِ؟ قَالَتْ كَانَ يُصِيْبُنَا ذَلِكَ مَعَ رَسُوْلِ اللَّهِ ﷺ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ – رواه الجماعة

Dari Mu’azah, ia berkata, Saya telah bertanya kepada Aisyah, ‘Bagaimanakah caranya orang haid meng-qodho puasanya, sedangkan sholatnya tidak?’ Jawab Aisyah, ‘Telah terjadi pada kami haid di masa Rosulullah maka kami disuruh meng-qhodo puasa dan kami tidak disuruh meng-qodho sholat.’ “ (Riwayat Jamaah Ahli Hadis)

6. Suami haram menalak istrinya yang sedang haid atau nifas. Ibnu Umar telah menalak istrinya yang sedang haid, maka Umar menanyakan hal itu kepada Rosulullah .

Sabda Rasulullah :

  فَقَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ ﷺ مُرْهُ فَلْيُرَاجِعْهَا ثُمَّ لِيُمْسِكْهَا حَتَّى تَطْهُرَ ثُمَّ تَحِيْضَ ثُمَّ تَطْهُرَ ثُمَّ اِنْ شَاءَ اَمْسَكَ بَعْدُ وَاِنْ شَاءَ طَلَّقَ قَبْلَ اَنْ يَمُسَّ فَتِلْكَ الْعِدَّةُالَّتِى اَمَرَاللَّهُ اَنْ تُطَلَّقَ لَهَا النِّسَاءُ – رواه البخارى ومسلم

Beliau berkata kepada Umar, “Suruhlah anakmu itu supaya rujuk kepada istrinya, kemudian hendaklah ia tahan dahulu sampai perempuan itu suci, kemudian ia haid lagi, kemudian ia suci lagi, sesudah itu kalau ia (Ibnu Umar) menghendaki, teruskan perkawinan itu, dan itulah yang baik. Jika ia menghendaki, boleh ditalaknya sebelum dicampurinya. Demikianlah iddah yang diperintahkan Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَ yang boleh padanya perempuan ditalak.” (Riwayat Bukhori dan Muslim)

7. Suami istri haram bersetubuh ketika istri dalam haid atau nifas sampai ia suci dari haid atau nifasnya dan sesudah ia mandi.

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَ:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haid itu adalah kotoran.’ Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid, dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS: al-Baqoroh: 222)

Apakah yang wajib dihindari oleh suami ketika istrinya sedang haid? Dalam soal ini ada beberapa pendapat:

1. Yang wajib dihindari ialah semua badan istri karena dalam ayat tersebut diperintahkan menjauhi perempuan dengan tidak ditentukan apanya yang harus dijauhi itu.

2. Yang wajib di hindari hanya tempat keluar darah itu saja karena ayat tersebut membicarakan tentang darah.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments