Senin, September 20, 2021
BerandaFiqih SyariatHal-Hal yang Dilarang Ketika dalam Keadaan Hadas

Hal-Hal yang Dilarang Ketika dalam Keadaan Hadas

Sabda Rasulullah :

اِصْنَعُوْا كُلَّ شَيْءٍ اِلاَّالنِّكَاحَ – رواه مسلم

“Perbuatlah sekehendakmu, kecuali bersetubuh.” (Riwayat Muslim)

Asal hadis ini ialah berhubungan dengan orang-orang Yahudi di masa Rosulullah . Apabila istri mereka haid, mereka tidak memberinya makan dan tidak mereka campuri. Sahabat-sahabat bertanya kepada Rosulullah, apakah perbuatan orang Yahudi itu sesuai dengan hukum. Rosulullah menjawab dengan hadis di atas.

3. Yang wajib dihindari adalah bagian antara pusat dan lutut perempuan karena dikhawatirkan tidak sabar.

Dari ayat tersebut timbul pula perbedaan paham antara ulama. Apabila haid sudah berhenti sebelum perempuan itu mandi, sudah bolehkah suami mendekatinya, atau mesti menunggunya mandi dahulu?

Pendapat pertama mengatakan sudah boleh, tidak usah menunggu mandi lebih dahulu, karena ia sudah suci. Pendapat kedua mengatakan belum boleh sebelum ia mandi sebab sucinya belum sempurna.

Hal yang harus diperhatikan berhubungan dengan darah

Di antara beberapa kewajiban kaum perempuan ialah mempelajari hal-hal dan hukum-hukum yang berhubungan dengan darah haid, darah nifas, dan darah penyakit, sebab hal yang demikian amat banyak sangkut-pautnya dengan amal ibadat dan pergaulan antara suami istri. Kalau suami pandai, wajiblah mengajar istrinya, dan sang istri wajib belajar. Akan tetapi kalau suami tidak pandai, sang istri wajib belajar pada orang lain yang dipercayainya.


Sumber: H. Sulaiman Rasjid. Fiqh Islam. Cetakan ke-80. 2017. Bandung: Sinar Baru Algensindo

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments