Senin, September 20, 2021
BerandaAqidah IslamSholawat dan Salam atas Nabi Muhammad dan Keluarganya

Sholawat dan Salam atas Nabi Muhammad dan Keluarganya

Nazhom Ketiga, Keempat: Sholawat dan Salam atas Nabi Muhammad dan Keluarganya

ثُمَّ الـصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ سَـرْمَدَا * عَلَى الـنَّـبِيِّ خَيْرِ مَنْ قَدْ وَحَّدَا

وَآلِهِ وَصَـحْبِهِ وَمَـنْ تَـبِـعْ * سَـبِيْلَ دِيْنِ الْحَقِّ غَيْرَ مُـبْـتَدِعْ

[3] Kemudian (saya meminta kepada Allah agar memberikan) selamanya rahmat yang disertai pengagungan dan penghormatan agung…untuk (Rasulullah) Sang Nabi, yaitu orang yang paling unggul dalam tauhid dibandingkan yang lain.
[4] dan untuk keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti…jalan agama yang benar sambil tidak melakukan kebid’ahan.

Maksud nazhom di atas adalah bahwa semoga rahmat Allah yang disertai dengan pengagungan dan penghormatan-Nya yang layak bagi senantiasa tercurahkan kepada mereka yang telah disebutkan. Artinya Syaikh Ahmad Marzuki memintakan sholat dan salam untuk mereka sehingga seolah-olah ia berkata, “Saya meminta dariMu, Ya Allah! rahmat yang disertai dengan pengagungan dan penghormatan agung yang mencapai tingkatan tertinggi agar Engkau berikan kepada mereka yang telah disebutkan, yaitu Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang yang mengikuti jalan agama Islam yang benar.

a. I’rob Nadzom dan Hikmahnya

Perkataan Syaikh Ahmad Marzuki سَـرْمَدَا berarti selamanya. Perkataannya عَلَى الـنَّـبِيِّ adalah dengan menggunakan tasydid pada huruf Yaa dimana kata tersebut adalah berasal dari kata النُّبُوَّةِ yang berarti tempat yang tinggi. Rasulullah disebut dengan nama الـنَّـبِيِّ karena beliau adalah orang yang ditinggikan derajatnya atau orang yang mengangkat derajat orang-orang yang mengikutinya, atau dengan menggunakan huruf Hamzah yang berasal dari kata الـنَّـبَأ dengan memberikan harokat pada huruf Baa dimana artinya adalah berita karena Rasulullah adalah orang yang memberikan berita atau orang yang menyampaikan berita dari Allah. Dengan demikian, kata الـنَّـبِيِّ yang berdasarkan dari dua asal kata di atas adalah mengikuti wazan فَعِيْلَ yang menggunakan arti wazan فَاعِلَ atau مَفْعُوْلُ.

Syeh Ahmad Marzuki mengungkapkan nazhomnya dengan menggunakan kata الـنَّـبِيِّ dan tidak menggunakan kata الرَّسُوْلَ karena ingin menunjukkan isyarat bahwa Rasulullah berhak mendapatkan sholat dan salam dengan sifat kenabian, sebagaimana beliau juga berhak mendapatkan keduanya dengan sifat kerasulan, serta menyesuaikan dengan Firman Allah, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi….”

Perkataan Syaikh Ahmad Marzuki مَنْ قَدْ وَحَّدَا adalah dengan i’rob jer karena menjadi badal dari kata الـنَّـبِيِّ atau menjadi sifat baginya. Boleh juga dengan mengi’robi nashob atas dasar menjadi maf’ul bih dari fi’il yang terbuang dimana perkiraannya adalah …امْدَحُ من atau …اعنى من. Boleh juga dengan mengi’robi rofak atas dasar menjadi khobar dari mubtadak yang terbuang dimana perkiraannya adalah …هو من dan …هذا من. Mengi’robi rofak adalah lebih utama dari segi mengagungkan agar nama yang mulia Rasulullah Muhammad yang dimarfu’kan atau ditinggikan dan menjadi panutan, sebagaimana Rasulullah Muhammad sendiri adalah orang yang ditinggikan derajatnya dan panutan bagi seluruh makhluk. Pengertian مَنْ قَدْ وَحَّدَا adalah bahwa sesungguhnya Rasulullah adalah orang yang paling unggul dalam tauhid dibanding seluruh makhluk karena ketika Sayyidina Jibril dan Mikail membelah dadanya yang mulia di saat beliau masih dalam asuhan Halimah setelah Halimah menyusuinya maka mereka berdua menetapkan keutamaan dan kemuliaannya dan mereka berdua menyamakannya dengan keutamaan selainnya, kemudian beliau menjadi lebih unggul, dan akhirnya beliau bertambah unggul dengan selisih 1000 keutamaan dibanding yang lain.

Termasuk umat Rasulullah adalah para nabi dan rasul yang lain. Oleh karena ini, Syaikh Ahmad al-Bushoiri berkata dalam Burdah dari bahar basiit:

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments