Senin, September 20, 2021
BerandaTarikh IslamLaut Tengah dan Laut Merah, dari Sana Sumber Peradaban itu Berasal

Laut Tengah dan Laut Merah, dari Sana Sumber Peradaban itu Berasal

Laut Tengah dan Laut Merah

Peradaban-peradaban itu sudah begitu berkembang dan tersebar ke pantai-pantai Laut Tengah atau di sekitarnya, di Mesir, di Asiria, dan Yunani sejak ribuan tahun yang lalu, yang sampai saat ini perkembangannya tetap dikagumi dunia: perkembangan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam bidang pertanian, perdagangan, peperangan dan dalam segala bidang kegiatan manusia. Tetapi, semua peradaban itu, sumber, dan pertumbuhannya, selalu berasal dari agama.

Memang benar bahwa sumber itu berbeda-beda antara kepercayaan trinitas di Mesir Purba yang tergambar dalam Osiris, Isis, dan Horus, yang memperlihatkan kesatuan dan penjelmaan hidup kembali di negerinya serta hubungan kekalnya hidup dari bapa kepada anak, dan antara pagnisme Yunani dalam melukiskan kebenaran, kebaikan, dan keindahan yang bersumber dan tumbuh dari gejala-gejala alam berdasarkan pancaindera; demikian sesudah itu timbul perbedaan-perbedaan yang dengan penggambaran semacam itu dalam pelbagai zaman kemunduran itu telah mengantarkannya ke dalam kehidupan duniawi.

Akan tetapi sumber semua peradaban itu tetap membentuk perjalanan sejarah dunia, yang begitu kuat pengaruhnya sampai saat kita sekarang ini, sekalipun peradaban demikian hendak mencoba melepaskan diri dan melawan sumbernya sendiri itu dari zaman ke zaman. Siapa tahu, hal yang serupa kelak akan kembali hidup.

Dalam lingkungan masyarakat ini, yang menyandarkan peradabannya sejak ribuan tahun kepada sumber agama, dalam lingkungan itulah dilahirkan para rasul yang membawa agama-agama yang kita kenal sampai saat ini.

Di Mesir di lahirkan Musa, dan dalam pengakuan Firaun ia dibesarkan dan diasuh, dan di tangan para pendeta dan pemuka-pemuka agama kerajaan itu ia mengetahui keesaan Tuhan dan rahasia-rahasia alam. Setelah datang izin Tuhan kepadanya supaya membimbing umat di tengah-tengah Firaun yang berlaku kepada rakyatnya: ‘Akulah tuhanmu yang tertinggi’, ia pun berhadapan dengan Firaun sendiri dan tukang-tukang sihirnya, sehingga akhirnya terpaksa ia bersama-sama orang-orang Israil yang lain pindah ke Palestina. Dan di Palestina ini pula dilahirkan Isa. Ruh dan firman Allah yang ditiupkan ke dalam diri Mariam.

Setelah Tuhan menarik kembali Isa putra Mariam, murid-muridnya kemudian menyebarkan agama Nasrani yang dianjurkan Isa itu. Mereka dan pengikut-pengikut mereka mengalami bermacam-macam penganiayaan. Kemudian setelah dengan kehendak Tuhan agama ini tersebar, datanglah Maharaja Romawi yang menguasai dunia ketika itu, membawa panji agama Nasrani. Seluruh kerajaan Romawi kini telah menganut agama Isa. Tersebarlah agama ini di Mesir, di Syam (Suria-Libanon, dan Palestina) dan Yunani, dan dari Mesir menyebar pula ke Ethiopia.

Sesudah itu selama beberapa abad kekuasaan agama ini semakin kuat juga. Semua yang berada di bawah panji kerajaan Romawi dan yang ingin mengadakan persahabatan dan hubungan baik dengan kerajaan ini, berada di bawah agama Masehi itu.


Sumber: Muhammad Husain Haekal. Hayat Muhammad. Terjemahan Ali Audah. Cetakan ke-14. 1992. Jakarta: Litera Antarnusa. 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments