Senin, September 20, 2021
BerandaFiqih SyariatHal-Hal yang Sunah Dilakukan Sebelum Sholat

Hal-Hal yang Sunah Dilakukan Sebelum Sholat

Azan dan Iqomah hukumnya sunat menurut pendapat kebanyakan ulama. Tetapi sebagian ulama berpendapat bahwa azan dan iqomah itu adalah fardhu kifayah karena keduanya menjadi syiar Islam.

Sabda Rasullulah :

عَنْ مَالِكِ بْنِ اْلحُوَيْرِثِ اَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَال اِذَاحَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلْيُؤَذِّنْ اَحَدُكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ اَكْبَرُكُمْ – رواه البخارى ومسلم

Dari Malik bin Al-Huwairis, sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda, “Apabila waktu sholat telah tiba, maka hendaklah salah seorang diantara kamu azan untuk (sholat)mu, dan hendaklah yang tertua diantara kamu bertindak sebagai imam bagi kamu.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Azan dan iqomah hanya disyariatkan untuk sholat fardhu (sholat lima waktu) saja, baik sholat berjamaah maupun sholat sendiri.

Sabda Rasulullah :

اِذَا كُنتَ فِيْ غَنَمِكَ اَوْفِيْ بَادِيَتِكَ فَأَذَّنْتَ بِالصَّلآةِ فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالنِّدَاءِ، فَإِنَّهُ لآيَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ اْلَمُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلآ اِنْسٌ وَلآشَيْئٌ اِلاَّشَهِدَ لَهُ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ – رواه البخارى

“Apabila engkau sedang mengurus kambing atau di tengah padang, maka azanlah untuk (Menyerukan) sholat, dan keraskan suaramu dengan seruan itu. Karena sesungguhnya jin, manusia, dan apa pun yang mendengar selama suara orang azan itu pada hari kiamat nanti akan menjadi saksi baginya”. (HR. Bukhori)

Adapun untuk sholat-sholat sunat-seperti sholat jenazah, sholat nazar, dan sebagainya, tidak disunatkan azan dan iqomah. Hanya bagi sholat-sholat tersebut kalau dilakukan dengan berjamaah disyariatkan hendaklah diserukan “assholatal jami’ah” (marilah sholat berjamaah).

Iqomah perempuan

Bagi jamaah perempuan, menurut kata yang masyhur dalam mazhab Syafii, disunatkan iqomah saja; azan tidak disunatkan karena azan itu diucapkan dengan suara nyaring (keras). Hal itu tidak layak bagi perempuan, sebab dikhawatirkan akan menjadi fitnah bagi pendengar.

Azan dan iqomah untuk anak yang baru lahir

Disunatkan azan pada telinga kanan anak yang baru lahir, dan iqomah pada telinganya yang kiri.

Sabda Rasulullah :

مَنْ وُلِدَلَهُ مَوْلٌوْ دٌفَأَذَّنَ فِىْ اُذُنِهِ اْلَيُمْنَ وَاَقَامَ فِىْ الْيُسْرَى لَمْ تَضُرُّهُ اُمُّ الصِّبْيَانِ – رواه فى كتاب ابنالسنى عن الحسن ابن على

“Barang siapa yang lahir anaknya, maka azanlah pada telinga kanan nya dan iqomahlah pada telinga kirinnya, maka anak itu tidak dimudaratkan oleh jin (tidak kena penyakit kanak-kanak)”. (Diriwayatkan dalam Kitab Ibnu Sunni Dari Hasan Bin Ali)

Faedahnya, Supaya kalimat yang mula-mula didengarnya sewaktu ia lahir di dunia ini ialah kalimat Tauhid. Demikian juga sewaktu ia akan meninggal dunia, hendaklah diajarkan dan diperingatkan dengan kalimat itu.

Sabda Rasulullah :

لَقِّنُوْامَوْتَاكُمْ لآاِلَهَ اِلاَّاللَّه- رواه مسلم وغيره

“Ajarilah orang yang hampir mati dengan kalimat “La Ilaha illallah” tiada Tuhan yang sebenarnya patut disembah melainkan Allah”. (Riwayat Muslim dan yang lainnya)


Footnote:

Tambahan pada azan subuh.

Sumber: H. Sulaiman Rasjid. Fiqh Islam. Cetakan ke-80. 2017. Bandung: Sinar Baru Algensindo 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments