Senin, September 20, 2021
BerandaAkhlak & TasawufHal yang Memperkuat Hafalan dan Melemahkannya

Hal yang Memperkuat Hafalan dan Melemahkannya

Beberapa hal lagi yang menyebabkan mudah lupa adalah makan buah ketumbar, bual apel masam, melihat salib, membaca tulisan pada batu nisan (papan kubur), lewat di sela-sela unta terikat, membuang hidup-hidup kutu ke tanah, dan berbekam pada palung tekuk kepala, semua itu dapat membuat orang jadi pelupa.186


Footnote:

178 Mengenai cara membaca al-Qur’an ini, terdapat dua istilah yang populer di dunia pesantren. Pertama, bil ghaib atau bil hifzhi, yaitu membaca al-Qur’an secara hafalan di luar kepala. Belajar menghafalkan al-Qur’an disebut tahaffuzh, orang yang telah hafal al-Qur’an disebut hafizh, jamaknya menjadi huffazh. Kedua disebut bin nadhor atau bin nadhri, yaitu mmembaca al-Qur’an dengan cara menyimak mushaf.

179 Hadis riwayat Mak-hul dari Ubadah bin Shomit. Juga at-Tirmidzi (al-Qurthubi hal 115). Imam Nawawi juga menyatakan bahwa membaca al-Qur’an dengan cara menyimak itu lebih utama dibanding cara hafalan di luar kepala (Imam Nawawi, dalam at-Tibyan dan al-Adzkar hal 10). Demikian itu pula pendapat masyhur dari ulama salaf dan kalangan ulama bermadzhab Syafi’i.

180 Syaddad ini adalah saudara Zufar bin Hakim, pernah menjadi Qadhi, wafat tahun 210H/825M (al-Jawahir al-Mudhi’ah I/256).

181 al-Abusyaihi dalam kitabnya al-Mabsuth I/22 juga mengutip doa ini sebagai diriwayatkan dari sebagian atsar, dimulai dengan “Apabila Anda ingin menjadi orang yang paling kuat hafalannya, maka ketika mengangkat kitab bacalah….”

182 Kata Waki’ mengandung arti orang yang hatinya selalu sadar dan penglihatan matanya cermat. Tapi Waki’ juga nama salah satu guru Imam Syafi’i rah.a, yaitu Waki’ ibnul Jarrah yang wafat tahun 197H/812M.

183 Ibnul Qayyim dalam at-Thibbun Nabawi menyebutkan berbagai ramuan yang menyehatkan dan bisa memperkuat hafalan. Termasuk madu, kemenyan putih atau kandar, kismis, dan masih banyak lagi (at-Thibbun Nabawi hal 254, 263, dan 301). Di Indonesia sekarang banyak ditawarkan produk kesehatan, yang katanya dapat memperkuat saraf otak sehingga semakin cerdas dan mudah menghafalkan, baik produk kimiawi, herbal, maupun jamu tradisional. Bahkan juga metode olah potensi diri yang lagi-lagi katanya dapat menyehatkan badan dan menambah kecerdasan. Wallahu A’lam.

184 Jamu untuk memperkuat hafalan yang diramu dari bahan-bahan makanan/minuman tertentu adalah teori yang cukup terkenal sejak zaman dahulu kala. Ibnu Khollikan, sejarawan terkenal, ada menukil dari Tarikhul Arob II/498, bahwa pernah sekelompok pelajar/mahasiswa minum ramuan jamu agar mudah hafal, tapi sial sekali, mungkin karena keliru ramuan, sehingga salah satu dari mereka justru menjadi gila. Wallahu yu’inuna ila sawa-is sabiil. (Ibnu Khallikan III/45)

185 Yaitu pada pasal 7, Tawakkal, paragraf A Pengaruh Rizki. Silahkan melihat kesana.

186 Ibnul Qayyim dalam kitabnya at-Thibbun Nabawi hal. 302 mengemukakan hal-hal seperti ini, dan katanya, sebagian besar telah dibuktikan hasilnya.

Sumber: Syaikh Burhanuddin Az-Zarnuji. Ta’limul Muta’alim. Terjemahan Drs. H. Aliy As’ad, MM. Cetakan ke-27. 2007. Surabaya: Menara Kudus.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments