Minggu, Agustus 1, 2021
BerandaKhutbah & PidatoContoh Khutbah Jum'at: 6 Hasrat Manusia Terhadap Dunia

Contoh Khutbah Jum’at: 6 Hasrat Manusia Terhadap Dunia

6 Hasrat Manusia Terhadap Dunia

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمدُلِلَّهِ الَّذِيْ اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ اَرْسَلَهُ بَشِيْرًا وَّنَذيْرًا، وَدَاعِيًا اِلَى اللَّهِ بِاِذْنِهِ وَسِرَاجًامُّنِيْرًا، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ عَبْدٍ لاَيَنْقَطِعُ رَجَاءُهُ مِنْ رَّبِّهِ لِيَكُوْنَ وِزْرُهُ مَغْفُوْرًا، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَنْقَذَنَا مِنَ الضَّلَالَةِ، وَسَلَكَ بِنَاطَرِيْقَ الْهِدَايَةِ، اللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالاَهُ

اَمَّا بَعْدُ اِتَّقُوْااللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Marilah bersama-sama kita mengucapkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Sehingga pada siang hari yang berbahagia ini kita masih diberi kesempatan beribadah memenuhi panggilan Allah SWT, memenuhi tugas dan kewajiban kita sebagai hamba, dan sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Tak terhitung jumlahnya, nikmat yang telah Allah berikan yang sampai dengan detik ini masih bisa kita rasakan. Jika kita ingin menghitungnya niscaya kita tidak akan pernah sanggup. Andai seluruh pohon kita jadikan kertasnya dan air laut kita jadikan tintanya niscaya semua pohon akan habis dan air lautpun akan mengering. Dan itupun masih belum cukup menuliskan semuanya..

Kemudian, tak lupa pula sholawat beriring salam marilah kita sampaikan kepada junjungan alam, junjungan kita nabi besar Muhammad SAW dengan senantiasa mengucapkan “Allahumma sholli wasallim wabarik ala sayyidina Muhammad“. Semoga dengan sholawat Allah mudahkan segala urusan kita dan Allah tunaikan segala niat dan keinginan kita. Amin ya robbal alamin.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Salah satu ciri atau tanda orang yang pandai bersyukur adalah mereka senantiasa menggunakan semua nikmat yang telah Allah berikan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ditetapkan Allah. Dengan kata lain orang yang pandai bersyukur adalah orang yang senantiasa mengisi hidupnya dengan kebaikan-kebaikan, yaitu dengan menjalankan perintah serta menjauhi semua larangan Allah SWT.

Ibrahim [7]

لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Dalam ayat ini, Allah berjanji akan menambah nikmat-Nya jika kita mau bersyukur. Bersyukur dengan cara apa? Bersyukur dengan cara mengisi hidup dengan ibadah kepada Allah, mengerjakan kebaikan-kebaikan dan meninggalkan keburukan-keburukan. Namun Allah juga mengancam dengan adzab yang sangat berat bagi hamba-Nya yang kufur atas nikmat yang telah diberikan.

Maka sungguh sangat merugi jika hidup yang penuh dengan kenikmatan ini kita lalui dengan keluh kesah. Hidup yang penuh dengan keindahan ini kita isi dengan kemaksiatan, kejelekan, keburukan, dan kehinaan.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Salah satu nikmat Allah yang perlu kita syukuri tersebut adalah Syahwat. Kita sering menyebutnya dengan istilah hawa nafsu atau ada juga yang menyebutnya dengan hasrat atau keinginan yang kuat.

Allah memberikan hasrat ke dalam diri manusia agar manusia punya dorongan atau keinginan untuk berubah dari satu keadaan ke keadaan lain sehingga kehidupan manusia tidak monoton, tidak itu-itu saja, akan tetapi lebih dinamis, lebih bervariatif dan lebih kreatif.

Hasrat mendorong manusia untuk berpikir progresif dan bergerak maju, memikirkan ide-ide baru, melahirkan penemuan-penemuan baru untuk kebaikan kehidupan manusia itu sendiri. Namun hasrat juga bisa menjadi alat bagi syaitan untuk menggoda dan menjerumuskan manusia. Hasrat bisa menghantarkan manusia sampai kepada puncak kesuksesannya namun hasrat juga bisa menjerumuskan manusia ke dalam lubang kehancuran yang paling dalam.

Allah menciptakan manusia dengan memasukkan hasrat kedalamnya. Tidak satu manusiapun yang hidup tanpa memiliki hasrat. Jadi hasrat adalah fitrah yang merupakan perhiasan bagi manusia. Karena hasrat merupakan fitrah, dan ini juga merupakan nikmat maka sebagai bentuk syukur atas nikmat tersebut manusia diminta untuk menggunakan hasrat sesuai dengan syariat dan aturan yang ditetapkan Allah SWT.

Syariat atau aturan yang telah Allah berikan tersebut bukan untuk mencelakakan manusia, bukan untuk membinasakan manusia, tapi untuk kebaikan dan kemashlahatan manusia itu sendiri. Agar manusia mencapai puncak kesuksesannya di dunia ini terlebih lagi kesuksesannya di akhirat kelak.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Lantas apa saja hasrat yang ada dalam diri manusia itu?

Maka dalam khutbah yang singkat ini izinkan khotib untuk membacakan ayat Allah yang menjelaskan tentang apa saja hawa nafsu yang ada dalam diri manusia.

Ali Imran [14]

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗ وَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.”

1. (مِنَ النِّسَاۤءِ) Kecintaan Kepada Perempuan

Betapa kita sering mendengar dan membaca berita di berbagai media, baik itu di TV, di majalah dan koran atau di Handphone kita masing-masing berita tentang kejahatan-kejahatan, keburukan, dan kemaksiatan, yang dilakukan karena didasari nafsu atau hasrat kepada perempuan.

Seorang pejabat yang karena terlalu memperturutkan keinginannya kepada perempuan kemudian selingkuh. Mengabaikan keluarga, meninggalkan istri dan anak-anaknya, tak peduli lagi dengan perintah dan larangan Allah, tak peduli lagi dengan aturan dan syariat yang telah Allah turunkan. Semakin asyik ia dengan perbuatannya, saat itu pula ia terperosok semakin dalam lubang kehinaan. Yang pada akhirnya, karena perbuatannya ini ia pun dipecat dari pekerjaannya dan diberhentikan dari jabatannya.

Kemudian, seorang pedagang tega menipu dan berbuat curang dalam berdagang. Hal ini bisa jadi juga disebabkan karena hasrat nya kepada istri sehinga mau dihasud untuk berbuat kotor dan berbuat curang. Dengan alasan biaya hidup semakin besar, kebutuhan semakin banyak, harga barang semakin mahal, ingin dapat untung besar, dan segudang alasan lainnya ia pun menghasud suaminya sehingga si suami berani melanggar syariat Allah SWT.

Tidak memandang pekerjaan, tidak melihat pendidikan, tidak peduli latar belakang dan status sosialnya, semua orang bisa terkena penyakit ini.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Hasrat kepada perempuan adalah fitrah. Dimanapun manusia itu tinggal, dimanapun manusia berada pasti akan suka dan senang kepada perempuan. Dan ini normal. Namun karena hasrat ini juga merupakan nikmat yang telah Allah berikan. Maka sebagai hamba yang bersyukur hendaknya kita menggunakan hasrat ini sesuai dengan syariat yang Allah tetapkan.

Islam mengajarkan kita untuk menghormati kaum wanita.

Hadis:

مَا أَكْرَمَ النِّسَاءَ إِلاَّ كَرِيْمٌ ، وَمَا أَهَانَهُنَّ إِلاَّ لَئِيْمٌ

“Tidaklah yang menghormati wanita-wanita kecuali orang terhormat. Dan tidaklah yang menghinakan wanita kecuali orang yang hina pula.”

Islam adalah ajaran yang sangat memuliakan wanita. Kita bisa membaca sejarah bahwa sebelum nabi diutus wanita hanya menjadi objek saja. Kehadirannya tidak dianggap, pendapatnya tidak didengar, dan yang paling parah melahirkan anak perempuan dianggap sebagai aib yang sangat memalukan. Sehingga setiap bayi perempuan lahir langsung dikubur hidup-hidup.

Inilah kehidupan masyarakat di zaman sebelum rasulullah diutus. Zaman ini disebut dengan zaman jahiliah. Namun seakan semuanya berbalik 180 derajat ketika nabi diutus.

Hadis:

النِّسَاءُ عِمَادُ الْبِلاَدِ إِذَا صَلُحَتْ صَلُحَ الْبِلاَدُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْبِلاَدُ

“Wanita adalah tiang negara, apabila wanita itu baik maka akan baiklah negara dan apabila wanita itu rusak, maka akan rusak pula negara.”

Artinya, wanita dengan kelemahannya bisa memberikan peran yang sangat besar dalam tegaknya sebuah negara namun sebaliknya wanita dengan kelemahannya bisa menjadi sebab hancurnya sebuah negara.

Untuk itu Allah memberikan batasan yang jelas bagi setiap laki-laki muslim yang sudah dewasa dalam memilih wanita untuk dijadikan istri.

Al-Baqarah [221]

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكٰتِ حَتّٰى يُؤْمِنَّ ۗ وَلَاَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكَةٍ وَّلَوْ اَعْجَبَتْكُمْ ۚ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَتّٰى يُؤْمِنُوْا ۗ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكٍ وَّلَوْ اَعْجَبَكُمْ ۗ اُولٰۤىِٕكَ يَدْعُوْنَ اِلَى النَّارِ ۖ وَاللّٰهُ يَدْعُوْٓا اِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِاِذْنِهٖۚ وَيُبَيِّنُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ

“Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.”

Hadirin  jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

2. (وَالْبَنِيْنَ) Kecintaan Kepada Anak Keturunan

Betapa di zaman sekarang ini kita melihat orang tua yang karena terlalu cinta kepada anaknya lantas menuruti semua apa yang menjadi keinginan anaknya tanpa kontrol dan kendali. Sehingga anak tumbuh menjadi anak yang manja dan tidak mandiri. Anak tumbuh menjadi anak yang tidak pandai bersyukur dan suka memaksakan kehendaknya karena terbiasa dengan kemauan dan keinginan yang selalu dituruti.

Sedari kecil sampai si anak tumbuh besar orang tua selalu disibukkan dengan memenuhi keinginan dan kemauan anak. Memang benar bahwa sebagai orang tua apalagi sebagai seorang ayah punya tanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarganya. Akan tetapi tanggung jawab yang harus dipenuhi disini bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan fisiknya saja akan tetapi kebutuhan mental dan spritualnya.

Orang tua sibuk bekerja siang dan malam dengan alasan demi memenuhi kebutuhan keluarga tapi dia lupa menanamkan nilai-nilai keimanan pada diri si anak. Bahkan dirinya sendiri juga lupa dari mengingat Allah. Padahal didalam Al-Quran Allah SWT berfirman.

Al-Munafiqun [9]

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚوَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”

Artinya orang tua yang hanya disibukkan dengan harta benda dan anak-anaknya semata kemudian lalai dari mengingat Allah, lalai dari menyembah dan beribadah kepada Allah, lalai dari mendidik dan membesarkan anak dengan dasar-dasar keimanan yang kuat, maka orang tua tersebut termasuk orang-orang yang merugi.

Kerugian di dunia ini terlebih lagi kerugian di akhirat kelak. Kerugian di dunia maka si anak akan menjadi anak pembangkang. Anak yang durhaka kepada orangtuanya dan menjadi musuh bagi kedua orang tuanya.

At-Taghabun [14]

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْۚ وَاِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Kemudian akhirat kelak orang tua yang lalai tersebut akan dimintai pertanggungjawaban atas kelalaiannya dari menidik anak karena anak juga merupakan amanah dari Allah SWT. Anak bisa menjadi penyebab orang tua masuk ke dalam syurga-Nya Allah, namun anak juga bisa menyebabkan orang tua masuk ke dalam neraka-Nya Allah.

At-Tahrim [6]

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Bagaimana caranya agar keluarga kita (anak istri) bisa terbebas dari api neraka. Satu-satunya cara adalah dengan mengenalkan anak kita sedini mungkin dengan nilai-nilai keimanan. Sebelum ilmu matematika kita ajarkan, sebelum ilmu fisika kita berikan, sebelum ilmu sastra kita perdengarkan, tanamkanlah terlebih dahulu ilmu akidah ke dalam diri anak. Sehingga ketika besar dan dewasa nanti, ketika ia berhasil mewujudkan cita-citanya, maka ia akan menjadi orang besar yang sholih.

Ketika ia menjadi dokter, maka ia akan menjadi dokter yang sholih. Menjadi polisi, ia akan menjadi polisi yang sholih. Menjadi tentara, ia adalah tentara yang sholih. Bahkan kalau ia menjadi presiden, maka dia akan menjadi presiden yang sholih.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Ketika orang tua berhasil mendidik dan membesarkan anak dengan nilai-nilai keimanan, kemudian ia juga berhasil membentuk sikap dan akhlak yang baik pada diri si anak, maka orang tua seperti ini adalah orang tua yang sukses melalui salah satu ujian dari Allah SWT. Karena di dalam Al-Qur’an Allah juga berfirman bahwa anak adalah ujian dan barangsiapa yang berhasil melalui ujian anak ini maka ada pahala yang besar di sisi Allah SWT.

At-Taghabun [15]

اِنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۗ وَاللّٰهُ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah ujian (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar.”

3. (وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِ) Kecintaan Kepada Harta Harta Benda yang Bertumpuk Dalam Bentuk Emas dan Perak, Kendaraan, Hewan Ternak dan Sawah Ladang

Kita pernah mendengar kata-kata bijak bahwa manusia ketika berhadapan dengan harta dunia itu seperti meminum air laut. Makin diminum makin haus kita dibuatnya. Manusia yang terlalu memperturutkan hasratnya terhadap harta tidak akan pernah mengenal kata puas, tidak akan pernah mengenal kata cukup.

Rasulullah memperingatkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bin Sahl bin Sa’ad.

Hadis:

 لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ أُعْطِىَ وَادِيًا مَلأً مِنْ ذَهَبٍ ، أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَانِيًا ، وَلَوْ أُعْطِىَ ثَانِيًا أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَالِثًا ، وَلاَ يَسُدُّ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ

“Seandainya manusia diberi satu lembah penuh dengan emas, ia tentu ingin lagi yang kedua. Jika ia diberi yang kedua, ia ingin lagi yang ketiga. Tidak ada yang bisa menghalangi isi perutnya selain tanah.”

Artinya manusia jika hidupnya hanya memperturutkan hawa nafsunya kepada harta maka ia tidak akan pernah puas. Selama ia hidup, selama ia masih bernafas, selama ia masih bisa berusaha dan bergerak, maka ia tidak akan pernah puas dengan harta yang sudah dimilikinya. Sampai kapan? Sampai mulutnya disumpal dengan tanah, maksudnya sampai dia mati dan dikubur di dalam tanah baru ia akan berhenti.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Kecintaan terhadap harta benda yang terlalu berlebihan cenderung membuat manusia menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Tak peduli halal haram, tak peduli aturan dan larangan Allah, yang penting kaya, yang penting bagaimana ia bisa mendapatkan harta sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya.

Kalau dia pejabat, maka dia akan korupsi. Mulai dari yang sekecil-kecilnya sampai pada akhirnya nanti, ketika ia sudah mulai terbiasa dan terlatih dan mengerti celahnya, ia akan berani korupsi lebih besar lagi yang jumlahnya bisa ratusan bahkan sampai milyaran rupiah.

Bahwa manusia punya nafsu ingin kaya itu boleh-boleh saja, bahwa manusia ingin banyak uang atau banyak harta itu adalah fitrah. Akan tetapi ingin kaya tapi kemudian diperoleh dengan menghalalkan segala cara, mencuri, menipu yang merugikan bahkan sampai menganiaya orang lain inilah yang dilarang agama.

Padahal tidak ada yang tidak dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT. Sekecil apapun perbuatan yang kita lakukan di dunia ini semuanya di akhirat kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh SWT.

Hadis:

، لَا تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ ، عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ جَسَدِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ ، وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيْهِ ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ

“Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak dari tempat hisabnya pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai empat hal: (1) umurnya, untuk apakah ia habiskan, (2) jasadnya, untuk apakah ia gunakan, (3) ilmunya, apakah telah ia amalkan, (4) hartanya, dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia belanjakan”. (HR Ibnu Hibban dan at-Tirmidzi).

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Kecintaan kepada harta yang berlebihan cenderung membuat orang pelit, kikir dan bahil. Ada kalimat sindiran yang mungkin bisa menggambarkan betapa pelitnya orang kikir ini. “Orang kalau sudah kikir jangankan hartanya, keringatnya sendiripun kalau diminta mungkin tidak akan dia beri.”

Sedekah tidak mau, infak tidak pernah, tapi kalau untuk kesenangan dan kepentingan dirinya sendiri baru mau. Menyumbang masjid tidak mau, memberi makan fakir miskin anak yatim tidak mau, tapi kalu membeli sepatu yang harganya mungkin bisa sampai jutaan, langsung saja bergegas dan tanpa pikir panjang.

Bahwa harta digunakan untuk kesenangan sendiri, bahwa harta dibelanjakan untuk kepentingan pribadi itu boleh-boleh saja. Tapi harta yang juga merupakan amanah dari Allah SWT janganlah sampai melalaikan kita dari mengingat Allah SWT. Satu-satunya jalan agar harta menjadi sarana bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah, agar harta mendatangkan keberkahan dan kebaikan bagi pemiliknya maka pergunakanlah harta tersebut di jalan-jalan yang Allah ridhoi.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Inilah 3 hawa nafsu atau hasrat yang ada di dalam diri manusia. Yang pertama adalah hawa nafsu kepada wanita, kemudian hawa nafsu kepada anak keturunan, dan yang terakhir adalah hawa nafsu kepada harta.

Kesemuanya ini adalah fitrah manusia, kesemuanya ini adalah perhiasan bagi manusia. Namun jika kita lalai maka hawa nafsu ini bisa menjadi jalan bagi syaitan untuk menggoda manusia.

Hawa nafsu yang dikendalikan dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT maka hawa nafsu akan menghantarkan manusia kepada puncak kesuksesannya. Namun sebaliknya jika hawa nafsu yang dilepaskan begitu saja tanpa kontrol dan kendali, maka  akan menjerumuskan manusia ke dalam lubang keterpurukan yang paling dalam.

Semoga Allah memberikan hidayah-Nya agar kita tetap bisa mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan. Semoga Allah memberikan kemampuan kepada kita untuk bisa mengontrol dan mengendalikan hawa nafsu kita agar tetap berada di jalan yang Allah ridhoi.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -