Senin, September 20, 2021
BerandaFiqih SyariatSyarat Tayamum dan Beberapa Masalah Tentang Tayamum

Syarat Tayamum dan Beberapa Masalah Tentang Tayamum

Syarat Tayamum dan Beberapa Masalah Tentang Tayamum

Tayamum

Tayamum adalah mengusapkan tanah ke muka dan kedua tangan sampai siku dengan beberapa syarat. Tayamum adalah mengganti wudhu atau mandi, sebagai rukhsah (keringanan) untuk orang yang tidak dapat memakai air karena halangan (uzur), yaitu:

  1. Sakit. Kalau ia memakai air, bertambah sakitnya atau lambat sembuhnya, menurut keterangan dokter atau dukun yang telah berpengalaman tentang penyakit serupa itu.
  2. Dalam perjalanan.
  3. Tidak ada air.

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَ :

وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْجَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْلاَمَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاءً  فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَأَيْدِيْكُمْ مِنْهُ – المائده ٦

“Dan apabila kamu sakit, atau dalam perjalanan, atau kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih), sapulah mukamu dan kedua tanganmu dengan tanah itu.” (al-Maidah: 6)

Syarat Tayamum

1. Sudah masuk waktu sholat. Tayamum disyariatkan untuk orang yang terpaksa. Sebelum masuk waktu sholat ia belum terpaksa, sebab sholat belum wajib atasnya ketika itu.

2. Sudah diusahakan mencari air, tetapi tidak dapat, sedangkan waktu sudah masuk. Alasannya adalah ayat tersebut di atas. Kita disuruh bertayamum bila tidak ada air sesudah dicari dan kita yakin tidak ada kecuali orang sakit yang tidak diperbolehkan memakai air, atau ia yakin tidak ada air di sekitar tempat itu, maka mencari air tidak menjadi syarat baginya.

3. Dengan tanah yang suci dan berdebu. Menurut pendapat Imam Syafi’i, tidak sah tayamum selain dengan tanah. Menurut pendapat imam yang lain, boleh (sah) tayamum dengan tanah, pasir, atau batu. Dalil pendapat yang kedua ini adalah sabda Rasulullah  :

جُعِلَتْ لِى الْاَرْضُ طَيِّبَةً وَطَهُوْرًا وَمَسْجِدًا – رواه مسلم

“Telah dijadikan bagiku bumi yang baik, menyucikan dan tempat sujud.” (Sepakat ahli hadits)

Perkataan “bumi” termasuk juga tanah, pasir, dan batu.

4. Menghilangkan najis. Berarti sebelum melakukan tayamum itu hendaklah bersih dari najis, menurut pendapat sebagian ulama, tetapi menurut pendapat yang lain tidak.

Fardhu (Rukun) Tayamum

  1. Niat. Orang yang akan melakukan tayamum hendaklah berniat karena hendak mengerjakan sholat dan sebagainya, bukan semata-mata untuk menghilangkan hadas saja, sebab sifat tayamum tidak dapat menghilangkan hadas, hanya diperbolehkan untuk melakukan sholat karena darurat. Keterangan bahwa niat tayamum hukumnya wajib ialah hadis yang mewajibkan niat wudhu yang lalu.
  2. Mengusap muka dengan tanah.
  3. Mengusap kedua tangan sampai ke siku dengan tanah. Keterangannya ialah ayat di atas.
  4. Menertibkan rukun-rukun. Artinya mendahulukan muka dari tangan. Alasannya sebagaimana keterangan menertibkan rukun wudhu yang telah lalu. Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa tidak wajib menertibkan rukun tayamum.

Beberapa masalah yang bersangkutan dengan tayamum

1. Orang yang tayamum karena tidak ada air, tidak wajib mengulangi sholatnya apabila mendapat air. Alasannya ialah ayat tayamum di atas. Tetapi orang yang tayamum karena junub, apabila mendapat air maka ia wajib mandi bila ia hendak mengerjakan sholat berikutnya, sebab tayamum itu tidak menghilangkan hadas, melainkan hanya boleh untuk keadaan darurat.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments