Minggu, Agustus 1, 2021
BerandaIlmu HadisMencintai Sesama Muslim Seperti Mencintai Diri Sendiri

Mencintai Sesama Muslim Seperti Mencintai Diri Sendiri

Hadis Arba’in 13: Persaudaraan Islam

  • Redaksi Hadis

عَنْ أَبِيْ حَمْزَةَأَنَسْ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، خَادِمُ رَسُوْلِ اللهِ ﷺ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: لَايُؤْمِنُ أَحَدُ كُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَايُحِبُّ لِنَفْسِهِ – رواه البخاري و مسلم

Dari Abu Hamzah, Anas ibn Malik r.a., pelayan Rasulullah, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak sempurna iman seorang di antara kalian hingga mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Takhrij Hadis

Hadis ini diriwayatkan oleh : Bukhari dalam kitab al-Iman (bab termasuk keimanan yang sempurna seseorang yang mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri) nomor 13.

Muslim dalam kitab Iman (bab dalil bahwa termasuk keimanan yang sempurna mencintai kebaikan bagi saudara sesama muslim seperti mencintai kebaikan untuk diri sendiri)8/115.

Tirmidzi dalam kitab karakteristik hari Kiamat (bab tetapi sedikit demi sedikit wahai Handzalah) nomor 2517.

Ibnu Majah dalam Mukaddimah nomor 167.

  • Kedudukan Hadis

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa Imam Abu Muhammad Abdullah ibn Abu Zaid, Imam mazhab Maliki di Maroko berkata, “Kumpulan adab-adab kebaikan bercabang dari empat hadis:

Pertama, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka berkatalah yang baik atau diam.”

Kedua, “Di antara tanda sempurnanya iman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat.”

Ketiga, “Jangan marah!”

Keempat, “Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.”

Mungkin ini adalah alasan mengapa imam an-Nawawi memasukkan keempat hadis ini ke dalam kitab al-Arba’in an-Nawawiyah. Sebagian hadis tersebut telah disebutkan diatas sedang sebagian lainnya akan disebutkan nanti. Insya Allah.

Al-Jurdani dalam Syarh al-Arba’in an-Nawawiyah berkata, “Hadis ini merupakan salah satu kaidah islam.”

  • Kosakata Hadis
لَا يُؤْمِنُ : Tidak sempurna keimanan seseorang
أَحَدُ كُمْ : Seorang dari kalian yang mengaku beriman
لأَخِيْهِ : Kepada muslim dan muslimah. Pendapat lain mengatakan termasuk saudara sesama manusia
مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ : Seperti kebaikan yang dicintainya bagi diri sendiri
  • Fiqhul Hadis
  1. Persatuan, Cinta, dan Kasih Sayang

Islam bertujuan menciptakan masyarakat yang hidup rukun saling mencintai dan menyayangi. Setiap individu sejatinya berusaha mewujudkan kemaslahatan dan kebahagiaan untuk sesama sehingga terwujud keadilan dan ketenangan jiwa. Semuanya saling bahu-membahu untuk menguatkan persaudaraan Islam. Oleh karena itu, Rasulullah mengaitkan hal ini dengan keimanan dan menjadikannya salah satu cabangnya.

  1. Keimanan yang Sempurna

Pondasi keimanan akan kuat dengan keyakinan dan ketaatan kepada Allah Juga dengan beriman kepada malaikat, kitab-kitab, para rasul, hari Kiamat, serta qadha dan qadar.

Rasulullah dalam hadis ini menjelaskan bahwa pondasi keimanan tidak akan tertanam kuat dalam jiwa dan hati seorang muslim, kecuali apabila ia menjadi orang baik, tidak egois, iri hati, dan suka membenci. Ia mencintai sesama seperti mencintai dirinya sendiri. Ia menginginkan keselamatan dan kebahagiaan dirinya dan orang lain.

Hal-hal yang dapat mewujudkan kesempurnaan iman dalam jiwa seorang muslim adalah:

a. Mencintai kebaikan bagi saudaranya, sebagaimana ia mencintai kebaikan bagi dirinya sendiri. Membenci keburukan bagi saudaranya sebagaimana ia membenci keburukan bagi dirinya sendiri.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Muadz ibn Jabal r.a. bahwa dirinya bertanya kepada Rasulullah tentang keimanan yang utama. Rasulullah bersabda, “(Yaitu) seseorang yang mencintai kebaikan untuk saudaranya sebagaimana ia mencintai kebaikan untuk dirinya sendiri. Dan membenci keburukan untuk saudaranya sebagaimana ia membenci keburukan bagi dirinya sendiri.”

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments