Minggu, Agustus 1, 2021
BerandaFiqih SyariatSyarat-Syarat Azan dan Iqomah

Syarat-Syarat Azan dan Iqomah

Syarat-syarat Azan dan Iqomah

1. Orang yang menyerukan azan dan iqomah itu hendaklah orang yang sudah mumayiz (berakal, walaupun sedikit).

2. Hendaklah dilakukan sesudah masuk sholat, kecuali azan subuh, boleh dikumandangkan sejak tengah malam.

Menurut Hadis:

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ كَانَ بِلَالٌ يُؤَذِّنُ اِذَازَالَتِ الشَّمْسُ لَايَخْرُمُ ثُمَّ لَايُقِيْمُ حَتَّى يَجْرُجَ اِلَيْهِ النَّبِىُّ  ﷺ فَاِذَا خَرَجَ اَقَامَ حِيْنَ يَرَاهُ – رواه احمدومسلم

“Dari Jabir bin Samurah, ia bercerita, “Bilal azan apabila matahari telah tergelincir, tidak dikuranginya lafaz azan itu, kemudian ia belum iqomah sehingga Nabi keluar, apabila beliau telah keluar, barulah Bilal iqomah, yaitu setelah melihat beliau.” (HR. Ahmad dan Muslim)

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍاَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ لَايَمْنَعَنَّ اَحَدَكُمْ اَذَانُ بِلَالٍ مِنْ سَحُوْرِهِ فَاِنَّهُ يُؤَذِّنُ لِيَرْجِعَ قَائِمُكُمْ وَيُوْقَظَ نَائِمُكُمْرواه الجماعةالّاالترمذى

Dari Ibnu Mas’ud. Sesungguhnya Nabi   telah bersabda, “Janganlah terhalang salah seorang kamu dari makan sahur karena azannya Bilal, sesungguhnya Bilal itu azan agar orang yang sedang beramal kembali beristirahat, dan orang yang tidur agar bangun bersiap-siap untuk sholat.” (Riwayat Jamaah kecuali Tirmidzi)

3. Orang yang azan dan iqomah itu hendaklah orang Islam (muslimin) orang kafir tidak boleh azan dan iqomah.

4. Kalimat azan dan iqomah hendaklah berturut-turut, berarti tidak diselang dengan kalimat yang lain atau diselang dengan berhenti yang lama.

5. Tertib, artinya kalimat-kalimatnya teratur, sebagaimana yang tersebut di atas.

Yang disunatkan dalam azan dan iqomah

1. Orang yang azan dan iqomah hendaklah menghadap ke kiblat.

2. Hendaklah berdiri, karena dengan berdiri itu lebih pantas dalam arti pemberitahuan.

Sabda Rasulullah :

يَابِلاَلُ قُمْ فَنَادِ بِالصَّلاَةِ – رواه مسلم

Hai Bilal, bedirilah lalu berserulah untuk sholat. (HR. Muslim)

3. Hendaklah dilakukan di tempat yang tinggi, agar lebih jauh terdengar.

4. Muazin hendaklah orang yang keras dan baik suaranya, agar lebih banyak menarik pendengar untuk datang ketempat sholat.

Sabda Rasulullah :

قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ ﷺ لِعَبْدِاللَّهِ بْنِ زَيْدٍ: أَلْقِهِ عَلَى بِلاَلٍ فَأِنَّهُ اَنْدَى صَوْتًا مِنْكَ – رواه ابوداود

“Rasulullah ﷺ berkata kepada Abdullah bin Zaid ‘ajarkan lafadz azan kepada bilal karena sesungguhnya suaranya lebih keras dan lebih baik dari pada suaramu'”. (HR. Abu Dawud)

5. Muazin hendaklah suci dari hadas dan najis.

6. Membaca salawat atas Nabi . Sesudah selesai azan, kemudian berdoa dengan doa ini;

اَللَّهُمَّ رَبِّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ، اَتِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدًانِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًانِ الَّذِى وَعَدْتَهُ  – رواه البخارى وغيره

“Ya Allah, Tuhan yang mempunyai seruan yang sempurna, dan sholat yang tetap didirikan, karuniailah nabi Muhammad tempat yang luhur, kelebihan, kemuliaan, dan derajat yang tinggi. Tempatkanlah dia pada kedudukan yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan kepadanya”. (HR Bukhari dan lainnya)

7. Disunatkan membaca doa di antara azan dan iqomah.

Sabda Rasulullah :

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: اَلدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ اْلاَذَانِ وَ اْلاِقَامَةِ – رواه احمدو ابوداودوالترمذى

Dari Anas bin Malik, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, “Doa antara azan dan iqomah itu tidak akan ditolak”. (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)

Pendengar azan hendaklah turut pula menyebut dengan perlahan-lahan seperti kalimat azan yang diucapkan oleh muazin, kecuali sewaktu muazin menyebut kalimat ini:

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ، حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ 

Hayya ‘alas-sholah, hayya ‘alal-falah

Yang mendengar hendaklah membaca:

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّتَ اِلاَّبِاللّهِ

La haula wala quwwata illa billah

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments