Minggu, September 19, 2021
BerandaIlmu Hadis Menjauhi Larangan dan Melakukan Perintah Sesuai Kemampuan

[BAG. 4] Menjauhi Larangan dan Melakukan Perintah Sesuai Kemampuan

Abu Dawud meriwayatkan dalam kitab al-Marosil dari Muadz bin Jabal r.a. bahwa Rosulullah bersabda, “Janganlah kalian tergesa-gesa mengharapkan datangnya cobaan sebelum terjadi. Karena jika kalian tidak melakukan hal itu, niscaya masih ada kaum Muslimin yang berkata benar dan mendapatkan taufik. Jika kalian tergesa-gesa, niscaya kalian akan tercerai-berai.”

13. Para Sahabat Bertanya Untuk Mengamalkan

Para sahabat terkadang bertanya kepada Rosulullah tentang hukum perkara-perkara yang dimungkinkan terjadi, dan saat itu mereka tidak sedang berada di dekat Rosulullah. Mereka ingin mengetahui hukum Allah lebih dahulu sebelum benar-benar terjadi. Adapun contoh hal ini adalah sebagai berikut:

  • Bukhori dan Muslim meriwayatkan hadis dari Rofi bin Khudaij berkata, “Ya Rosulullah, kami akan menghadapi musuh besok. Kami tidak punya pisau. Apakah kami boleh menyembelih dengan menggunakan bambu?” Rosulullah menjawab, “Selama darahnya mengalir dan disebut nama Allah maka makanlah. Jangan menggunakan gigi dan kuku (untuk menyembelih).”
  • Diriwayatkan oleh Imam yang lima dari Abu Huroiroh r.a. ia berkata bahwa ada seseorang bertanya kepada Rosulullah, “Wahai Rosulullah, sesungguhnya kami sedang berada di lautan dan kami hanya membawa air minum sedikit. Jika kami gunakan air tersebut untuk berwudhu, maka kami akan kehausan. Bolehkah kami berwudhu dengan air laut?” Rosulullah menjawab. “Laut itu suci airnya, lagi halal bangkainya.” Maksudnya adalah segala hewan yang mati di laut seperti ikan dan sejenisnya tanpa disembelih secara syar’i hukumnya halal dimakan.

14. Ketaatan adalah Jalan Menuju Keselamatan

Rosulullah ﷺ memberi peringatan agar tidak mengikuti jalan orang-orang yang ragu dan durhaka kepada para Rosul sehingga mereka menerima siksa yang berat. Sungguh anugerah Allah terhadap umat ini begitu agung karena Dia telah mengajarkan doa:

سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ. لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Kami dengar dan kami taat.” Mereka berdoa, “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali. Allah tidak membebani seseorang, kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan apa yang tak sanggup kami memikulnya, beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. al-Baqoroh: 285-286)

Orang-orang yang menepati ucapan di atas akan mendapat kemenangan. Karena mereka berada dalam kebenaran, sebagaimana dalam firman Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى, “Sesungguhnya, jawaban orang-orang mukmin ketika mereka dipanggil kepada Allah dan Rosul-Nya agar Rosul menghukumi (mengadili) di antara mereka adalah ucapan: ‘Kami mendengar dan kami patuh.’ Mereka itu adalah orang-orang yang beruntung. Siapa yang menaati Allah dan Rosul-Nya dan takut kepada Allah serta bertakwa kepada-Nya maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS. an-Nur: 51-52)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments