Senin, September 20, 2021
BerandaIlmu Hadis Menjauhi Larangan dan Melakukan Perintah Sesuai Kemampuan

[BAG. 4] Menjauhi Larangan dan Melakukan Perintah Sesuai Kemampuan

Mereka tidak menempuh jalan orang-orang yang membangkang kepada Nabi mereka ketika disuruh memasuki suatu negeri, “Sungguh, kami tidak akan memasukinya (negeri tersebut) selamanya, selagi mereka berada di dalamnya. Karena itu, pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua. Sesungguhnya, kami hanya duduk menanti saja di sini.” (QS. al-Ma’idah:24) Karena itu, mereka mendapatkan hukuman berupa kesengsaraan.

Sebagaimana dalam firman Allah: “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di muka bumi (padang tih) itu.” (QS. al-Ma’idah:26) Mereka juga diberi hukuman berupa diharamkan memakan makanan yang lezat lagi baik disebabkan kedurhakaan mereka.

Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman, “Maka disebabkan kezliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah.” (QS. an-Nisa: 160) 

15.  Larangan Bercerai-berai

Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى menegaskan bahwa orang Islam adalah umat yang satu, seperti di dalam firman-Nya:

إِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

“Sesungguhnya, (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu maka sembahlah Aku.” (QS. al-Anbiya: 92)

Oleh karena itu, hendaknya umat Islam terus menjaga persatuan dan kesatuan agar menjadi umat yang kuat hingga tak mudah digoyahkan oleh orang kafir dan orang zalim.

Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى dan Rosul-Nya telah memberi peringatan tegas kepada kita agar tidak bercerai-berai hingga menyebabkan umat saling menghujat, saling berperang, sibuk dengan urusan pribadi, serta tidak sigap saat menghadapi serangan musuh.

Bahkan, Rosulullah ﷺ perpecahan atau permusuhan sebagai penyebab kekufuran dan termasuk sifat orang kafir.

Rosulullah ﷺ bersabda, “Janganlah kalian kembali menjadi orang-orang kufur sepeninggalku di mana sebagian kalian saling membunuh sebagian lainnya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Begitu juga al-Qur’an telah menetapkan bahwa permusuhan merupakan sifat orang-orang kafir, Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman:

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang tercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.” (QS. Ali Imron: 105)

16. Larangan Memisahkan Diri dari Jamaah dan Menjadi Penyebab Perpecahan

Islam menentang keras orang yang berusaha memecah persatuan kaum Muslimin dan menjadi penyebab perselisihan. Karena itu, mereka diancam hukuman berat dan siksa yang pedih di neraka Jahannam.

Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman,

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Dan siapa yang menentang Rosul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. an-Nisa: 115)

Rosulullah ﷺ bersabda, “Siapa yang keluar dari ketaatan dan memisahkan diri dengan jamaah kaum Muslimin lalu mati maka ia mati dalam keadaan jahiliyah.” (HR. Muslim)

Dalam hadis lain Rosulullah juga bersabda, “Siapa yang datang dengan tujuan melemahkan kekuatan kalian dan memecah-belah jamaah kalian sedang kalian bersepakat menyerahkan semua urusan kepada satu orang, maka bunuhlah orang itu.” (HR. Muslim)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments