Minggu, September 19, 2021
BerandaAqidah IslamApa yang Dimaksud dengan Sifat Jaiz bagi Rosul?

Apa yang Dimaksud dengan Sifat Jaiz bagi Rosul?

وَلَمْ يَكُنْ فِى الْاَنْبِيَاءِ أُنْثَى وَلاَ * عَبْدٌ وَمَجْنُوْنٌ وَشَخْصٌ خُبِلَا

Tidak ada nabi yang perempuan, budak, orang gila, dan orang yang memiliki anggota tubuh yang rusak atau orang yang gila.

لُقْمَانُ ذُوْالْقَرْنَيْنِ كَانَ أتْقِيَاءُ * وَلَمْ يَكُوْنَا فِى الْاَنَامِ أَنْبِيَا

Lukman dan Dzulkarnain adalah termasuk orang-orang yang takwa. Keduanya bukanlah termasuk nabi menurut para ulama.

Perkataan خُبِلَا adalah dengan Binak Majhul yang berarti orang yang rusak anggota tubuhnya atau orang yang hilang akalnya. Perkataan ِفِى الْاَنَامِ berarti menurut para ulama.

c. I’rob Nazhom

[TANBIH] Perkataan Syaikh Ahmad al-Marzuki, جَائِزٌ berkedudukan sebagai Mubtadak. Lafadz فِى حَقِّهِمْ memiliki hubungan ta’alluk dengan lafadz yang terbuang yang menjadi sifat bagi lafadz جَائِزٌ, seperti perkataan Ibnu Malik dalam kitabal-Khulashoh, ورجل من الكرام عندنا. Lafadz مِنْ عَرَضِ adalah khobar lafadz جَائِزٌ dimana lafadz مِنْ memiliki arti بعض atau sebagian. Arti demikian ini lebih mendekati madzhab az-Zamahsyari yang menjadikan huruf مِنْ yang berarti sebagian sebagai kalimah Isim yang berarti بعض yang berarti sebagian. Arti demikian ini adalah lebih baik dilihat dari segi artinya.

Memungkinkan juga lafadz مِنْ عَرَضِ berkedudukan sebagai Mubtadak, seperti Firman Allah Ta’ala, يحلون فيها من أساور. Lafadz فِى حَقِّهِمْ boleh memiliki hubungan atau Ta’alluk dengan lafadz جَائِزٌ. Dengan demikian lafadz جَائِزٌ adalah Mubtadak Nakiroh yang tidak disandarkan pada Nafi atau Istifham dan juga tidak ditakhsis dengan sifat. Struktur kalam seperti ini hukumnya adalah jarang atau sedikit. Berbeda dengan Imam Akhfasy dan ulama Kufah yang memperbolehkan struktur kalam seperti itu tanpa menganggapnya sebagai struktur kalam yang jelek. Adapun ulama-ulama Bashroh melarangnya.

Sumber: Syaikh Nawawi al-Bantani. Nuruzh Zholam Syarah Aqidatul Awam. Terjemahan Muhammad Ihsan bin Nuruddin Zuhri. 2017.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments